Selasa, 14 Agustus 2018

Maqasid Al-Syari’ah dalam Perekonomian Islam


Maqashid Syari'ah merupakan tujuan-tujuan umum yang ingin diraih oleh syariah dan diwujudkan dalam kehidupan. Adapun inti dari teori maqashid syari‟ah adalah untuk jalb al-masahalih wa daf‟u al-mafasid atau mewujudkan kebaikan sekaligus menghindarkan keburukan, menarik manfaat dan menolak madharat. Maka istilah yang sepadan dengan inti dari maqashid syari‟ah tersebut adalah maslahah (maslahat), karena penetapan hukum dalam Islam harus bermuara kepada maslahat. Menurut pandangan Asy-Syatibi, tujuan Syari’ (Allah) menciptakan syariat untuk merealisasikan kebaikan (maslahat) kepada hamba dan menolak keburukan (mafsadah) yang menimpa mereka. As-Syathibi kemudian membagi maslahat ini kepada tiga bagian penting yaitu Dharuriyyat (primer), Hajiyyat (sekunder) dan Tahsiniyat (tersier).
Berikut penerapan Maqashid Al-Syari’ah dalam perekonomian islam khususnya operasional di bank syariah pada umumnya dengan nilai-nilai maqashid syariah dharuriyyat (primer) :
1. Menjaga agama (Ad-Diin). Hal ini diwujudkan dengan Bank Muamalat menggunakan Al-Qur’an, hadits, dan hukum Islam lainnya sebagai pedoman dalam menjalankan segala sistem operasional dan produknya. Dengan adanya Dewan Pengawas Syariah dan Dewan Syariah Nasional, membuat keabsahan bank tersebut dalam nilai-nilai dan aturan Islam semakin terjamin dan Insya Allah dapat dipercaya oleh kalangan muslim dan non-muslim.
2. Menjaga jiwa (An-Nafs). Hal ini terwujud dari akad-akad yang diterapkan dalam setiap transaksi di bank syariah. Secara psikologis dan sosiologis penggunaan akad-akad antar pihak menuntun manusia untuk saling menghargai dan menjaga amanah yang diberikan. Di sinilah nilai jiwanya. Selain itu, hal ini juga terwujud dari pihak stakeholder dan stockholder bank syariah dimana dalam menghadapi nasabah dituntut untuk berperilaku, berpakaian, dan berkomunikasi secara sopan dan Islami.
3. Menjaga keturunan (An-Nasl). Hal ini terwujud dengan terjaganya empat hal di atas, maka dana nasabah yang Insya Allah dijamin halal akan berdampak baik bagi keluarga dan keturunan yang dinafkahi dari dana tabungan maupun usahanya tersebut.
4. Menjaga akal pikiran (Al-Aql). Hal ini terwujud dari adanya tuntutan bahwa pihak bank harus selalu mengungkapkan secara detail mengenai sistem produknya dan dilarang untuk menutup-nutupi barang sedikit pun. Di sini terlihat bahwa nasabah diajak untuk berpikir bersama ketika melakukan transaksi di bank tersebut tanpa ada yang dizalimi oleh pihak bank. Bank syariah ikut mencerdaskan nasabah dengan adanya edukasi di setiap produk bank kepada nasabah
5. Menjaga harta (Al-Maal). Hal ini terwujud jelas dalam setiap produk-produk yang dikeluarkan oleh bank dimana bank berupaya untuk menjaga dan mengalokasikan dana nasabah dengan baik dan halal serta diperbolehkan untuk mengambil profit yang wajar. Selain itu, terlihat juga dari adanya penerapan sistem zakat yang bertujuan untuk membersihkan harta nasabah secara transparan dan bersama-sama.
Sumber : Febriadi Rizki Sandy. 2017. Aplikasi Maqashid Syariah dalam Bidang Perbankan Syariah. Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syari’ah. 1(2): 231-245

Senin, 13 Agustus 2018

Resume How to Master Your Habits


            Habits adalah segala sesuatu yang kita lakukan secara otomatis, bahkan kita melakukannya tanpa berfikir. Selain itu habits ialah suatu aktivitas yang dilakukan terus-menerus sehingga menjadi bagian daripada seorang manusia. Dia adalah kebiasaan kita yang dimana membiasakan yang pada awalnya sadar menjadi melakukan secara tidak sadar otomatisasi keahlian kita.
            Dalam menciptakan suatu habits yang baru, awal adalah langkah yang berat. Karena itu merupakan hal baru dalam kebiasaan kita. Dalam hal ini perlu namanya paksaan agar tak menghilangkan /meninggalkan hal baru tersebut. Namun seiring berjalannya waktu, secara otomatis hal yang dipaksakan menjadi kebiasaan yang tak memberatkan.
            Ada beberapa tahapan/proses dalam terciptanya sebuah habits, antara lain :
1.      Learn
Proses mengetahui apa yang tidak kita ketahui.
2.      Practice
Proses mempraktekkan apa yang kita ketahui dengan benar.
3.      Repetition
Proses menjadikan aktivitas menjadi habits.

Ada beberapa langkah praktis dalam membentuk habits baru, yaitu :
1.      Mulai dari yang kecil
Mulai habits baru dengan hal-hal kecil terlebih dahulu, mematok target yang terlalu tinggi hanya akan menghasilkan rasa jenuh dan putus ditengah-tengah.
2.      Temukan tempat habits
Untuk melatih sebuah habits, perlu menyisipkan habits itu pada habits lain yang sudah solid (jadi).
3.      Berlatih terus
Pada awalnya, mungkin akan sering lupa untuk melakukan habits baru, maka buatlah pengingat di tempat biasa kita beraktivitas.

            Dan habits laksana spiral. Tekadang naik atau sebaliknya turun. Dan kedua hal tersebut adalah pilihan. Kuncinya ada di diri kita masing-masing. Kita yang menentukan akan ke arah naik atau turun sebuah habits yang kita  lakukan.
            Dakwah merupakan kewajiban setiap muslim. Sehingga  untuk melakukan dakwah perlu memerlukan habits sesuai dengan kemampuan/keahlian masing-masing. Dan untuk memulainya bukan masalah bisa ataupun tidak. Tapi kita mau bergerak atau tidak (diam). Laa yukallifullaahu nafsan illaa wus’aha yang artinya “Allah tidak akan memberikan tugas kepada seseorang melainkan dia mampu melaksanakannya. (QS. Al-baqarah 2:268)

Kamis, 10 Mei 2018

Pembangunan dan Industrialisasi

Sektor pertanian, jasa dan industri
1.      Pertanian
Kelebihan : memiliki elastisitas permintaan yang rendah, artinya harga berubah berapapun orang akan tetep membeli produk pertanian.
Kekurangan : produksi nya konstan, sangat sulit ditingkatkan dan memiliki investasi yang mahal.

Jasa
Kelebihan : dapat meraih keuntungan tinggi dengan frekuensi aktivitas yang lebih sering.
Kekurangan : pada pasar persaingan sempurna, tiap orang akan berkompetisi untuk menurunkan harga serendah mungkin, hal ini karena elastisitas permintaan yang tinggi, atau saat harga berubah sedikit maka permintaan akan berubah drastis.

Industri
Kelebihan : Merupakan salah satu penopang perekonomian bangsa karena skala nya yang sangat besar, mengurangi pengangguran, transfer teknologi.
Kekurangan :  investasi yang tinggi, dan sangat sensitif terhadap kondisi makro seperti deflasi

2.      Kita memiliki upaya untuk mengelola SDA dan lingkungan hidup lebih baik. Kita memiliki harapan dan peluang yang cukup besar bahwa masalah lingkungan hidup yang makin rawan dapat diatasi dengan sebaik-baiknya. Berdirinya pabrik-pabrik pengusaha dalam negeri sampai pabrik relokasi milik pengusaha asingpun juga ikut menambah sesaknya udara dengan polusi udara. Kondisi sosial budaya masyarakat sekitar yang cenderung masih berladang dengan cara membuka atau menebang hutan dan menjadikannya ladang baru juga ikut serta dalam menambah penyebab kerusakan lingkungan alam. Tak benar juga kita selalu menyalahkan pemerintah sepenuhnya.

Disisi lain tumbuhnya pabrik-pabrik lokal maupun asing di Indonesia juga berdampak pada bertambahnya lapangan pekerjaan sehingga pertumbuhan ekonomipun otomatis juga akan meningkat. Tapi yang mengecewakan ketika beberapa pabrik-pabrik tersebut tidak menghiraukan kelestarian lingkungan alam dengan membuang limbah cair ke sungai tanpa proses pengelolaan limbah yang berwawasan lingkungan. Hal ini akan merugikan manusia dan juga ekosistem di sekitar lingkungan tersebut. Salah satu hal yang diupayakan pemerintah dalam mengurangi dampak negatif tersebut adalah dengan cara memusatkan pabrik-pabrik dalam satu kawasan yang disebut kawasan industri.

Khusus untuk mengatasi masalah lingkungan hidup, pemerintah membuat Undang-undang no.23 tahun 1997 mengenai lingkungan hidup, tetapi kita juga harus mengawasi dan menjalankan UU tersebut sebagai pedoman etika bergaul dengan lingkungan hidup karena kita tidak bisa hidup jika kita tidak bersahabat dengan lingkungan alam kita.

3.      FAKTOR - FAKTOR  PENDORONG  INDUSTRIALISASI
·         Kondisi dan Struktur Awal Ekonomi dalam Negeri
Suatu Negara yang pada awal pembangunan ekonomi atau industrialisasinya sudah memiliki industri-industri primer atau hulu seperti besi dan baja, semen, petrokimia, dan industri-industri tengah(Antara hulu dan hilir), seperti industri barang modal(mesin) dan alat-alat produksi yang relatif kuatakan mengalami proses industrialisasi yang lebih pesat dibandingkan Negara yang hanya memiliki industri-industri hilir atau ringan.
·         Besarnya Pasar dalam Negeri yang Ditentukan Oleh Kombinasi Antara Jumlah Populasi dan Tingkat PN Riil Per Kapita
Pasar dalam negeri yang besar, seperti Indonesia dengan jumlah penduduk lebih dari 200 juta orang merupakan salah satu faktor perangsang bagi pertumbuhan kegiatan-kegaiatan ekonomi, termasuk industri, karena pasar yang besar menjamin adanya skala ekonomis dan efisiensi dalam proses produksi(dengan asumsi bahwa faktor-faktor penentu lainnya mendukung). Jika pasar domestic kecil, maka ekspor merupakan alternatif satu” nya untuk mencapai produksi optimal.
·         Ciri Industrialisasi
Yang dimaksud disini adalah antara lain cara pelaksanaan industrialisasi, seperti misalnya tahapan dari dari implementasi, jenis industri yang diunggulkan, pola pembangunan sektor industri, dan insentif yang diberikan, termasuk insentif kepada investor.
·         Keberadaan SDA
Ada kecenderungan bahwa Negara-negara yang kaya SDA, tingkat diversifikasi dan laju pertumbuhan ekonominya relatif lebih rendah, dan Negara tersebut cenderung tidak atau terlembat melakukan industrialisasi atau prosesnya berjalan relatif lebih lambat dibandingkan Negara-negara yang miskin SDA.
·         Kebijakan dan Strategi Pemerintah
Pola industrialisasi di Negara yang menerapkan kebijakan subtitusi impor dan kebijakan perdagangan luar negeri yang protektif(seperti Indonesia terutama selama pemerintahan Orde Baru hingga krisis terjadi) berbeda dengan di Negara yang menerapkan kebijakan promosi ekspor dalam mendukung industri nya.
4.      
Kemitraan :
Sebagaimana dimaksud UU No. 9 Tahun 1995, adalah kerjasama antara usaha kecil dengan usaha menengah atau dengan usaha besar disertai pembinaan dan pengembangan oleh usaha menengah atau usaha besar dengan prinsip saling memerlukan, saling memperkuat dan saling menguntungkan.
Keagenan :
Adalah penyalur yang atas nama suatu perusahaan tertentu menjual barang dan jasa hasil produksi prusahaan tersebut di daerah tertentu. Di agen tidak akan dijumpai barang dan jasa yang bukan produksi perusahaan bersangkutan. Agen menjual barang dan jasa dengan harga yang ditentukan oleh produsen. Agen memperoleh komisi dari perusahaan yang sesuai dengan jumlah penjualan.
Waralaba :
Bentuk kerjasama bisnis atau usaha dengan memakai prinsip kemitraan, sebuah perusahaan yang sudah mapan baik itu dari segi sistem manajemennya, keuangannya maupun dari marketingnya serta adanya merek dari produk perusahaan yang sudah dikenal oleh masyarakat luas, dengan perusahaan ataupun individu yang memakai merek dari produk maupun sistem tersebut.
Subkontrak :
Pengaturan di mana kontrak bisnis satu pihak sebagian atauseluruh bagiannya dikontrakkan lagi ke pihak lain. Bisnis seringkalimensubkontrakkan jika mereka kurang memiliki keahlian atau sumber dayauntuk menyelesaikan sebuah proyek.

Source :
http://erikablog23.blogspot.com/2017/04/sektor-industri-pertanian-dan-jasa.html
https://brainly.co.id/tugas/2321408

Sabtu, 05 Mei 2018

Perdagangan Internasional

1.      Didalam era globalisasi teori perdagangan internasional masih bisa diterapkan, karena diera globalisasi atau kebebasan,dimana setiap Negara didalam melakukan perdagangan tidak lagi dibatasi oleh batas teritori, maka kita dituntut untuk mampu berkompetisi dan berinovasi agar dapat bertahan dan tidak terpuruk dalam era globalisasi.dan salah satu teori perdagangan internasional yang perlu kita terapkan adalah dari Adam Smith(teori keunggulan mutlak),yaitu Negara akan memperoleh keunggulan mutlak,dikarenakan Negara tersebut mampu memproduksi barang dan jasa dengan biaya lebih rendah dari Negara lain.maupun terori dari.

Ricardian(kelebihan komparatif),yaitu Negara mengkhususkan dalam memproduksi apa yang mereka paling baik produksi dari kedua teori diatas kita akan gabungkan,bahwa kita akan memproduksi barang dan jasa dengan biaya relative rendah,tapi dengan kualitas baik dan benar-benar mempunyai keunggulan baik kualitas maupun kuantitas, kita akan bisa bersaing dan bertahan di Era Globalisasi ini.

2.      US Dollar bisa jadi standar ukuran pembayaran internasional karena pada saat akhir perang dunia ke-2, negara Eropa dan dunia mengalami kehancururan dan Amerika Serikat yang tidak ikut jatuh miskin memutuskan untuk membantu negara-negara tersebut dalam bentuk memberikan hutang atau pinjaman. Pinjaman tersebut dalam bentuk mata uang dolar. Dan sebagai jaminannya, negara-negara yang mau hutang harus menyerahkan emas kepada Amerika Serikat. Dengan begitu otomatis Amerika hampir menguasai emas seluruh dunia. Secara praktis, jadilah dolar yang disokong emas dan dollar juga yang saat itu dipercaya sebagai mata uang.

Dan untuk menjadi mata uang internasional dibutuhkan pemilik yang kuat,dan hingga saat ini hanya Amerika serikat dengan US Dollar nya lah yang merupakan Negara Terkuat, stabilitas Politik, Ekonomi, dan keamanannya terjaga.Walaupun ekonominya mulai diimbangi Tiongkok, tapi tidak semudah itu menggeser US Dolar karena jika hanya kuat mata uangnya saja tanpa diimbangi kondisi Negara yang stabil, semua akan sia-sia. Karena menjadi mata uang internasional dibutuhkan kepercayaan dunia, agar dunia mau menggunakannya,itulah menurut saya mengapa sampai kini US Dolar masih jadi alat pembayaran internasional.

Secara Ekonomi Euro bisa saja menggantikan Dollar, karena Euro memiliki kapasitas yang cukup besar dalam siklus perdagangan, investasi, dan perekonomian internasional. Secara internal nilai tukar Euro yang begitu kuat setidaknya mampu mendorong investor untuk memperbanyak investasinya, serta keberhasilan cost and benefit Euro pun telah banyak dirasakan oleh beberapa anggotanya, meskipun diantaranya masih harus menyesuaikan. Masih cukup meragukan bahwa Euro mampu menjadi mata uang alternatif mengantikan US Dollar, karena mencari mata uang alternatif bukan hanya mengacu pada pertimbangan ekonomis, namun faktor Politis akan tetap menjadi kekuatan dan legalitas dalam hubungan ekonomi politis.dan dalam teori keuangan internasional uang tidak hanya dianggap sebagai alat tukar dalam kepentingan ekonomi semata,namun sebagai alat untuk membentuk hegemoni, untuk mengendalikan interaksi struktur-struktur politik.dalam hal ini yang diperlukan adalah Political will dari negara komunitas pemilik mata uang.

3.      Untuk jangka pendek mungkin Rupiah belum bisa mendunia ,tapi tidak menutup kemungkinan kelak Rupiah bisa menjadi mata uang dunia, asalkan ada peningkatan dan kestabilan kesejahteraan ekonomi serta didukung oleh kemajuan negara dan SDM yang ada di dalamnya dan semua itu bisa terlaksana jika ada komitmen dan dukungan dari semua komponen Bangsa.

4.      Jika cadangan devisa negara semakin banyak akan merasa diuntungkan. Hal itu dikarenakan devisa menjadi salah satu sumber pendapatan bagi negara. Dan bila negara memiliki banyak devisa, devisa tersebut akan digunakan oleh negara tersebut untuk :

-          Proses pembelian barang dan jasa
Devisa ini dapat digunakan sebagai alat pembayaran dalam perdagangan internasional. Alat pembayaran yang digunakan pastilah bukan mata uang lokal, tapi mata uang yang telah diakui sebagai alat pembayaran internasional.

-          Membayar hutang
Untuk membayar hutang beserta bunganya haruslah menggunakan devisa. Devisa itu dapat berbentuk emas, valuta asing, dan surat berharga yang diakui secara internasional.

-          Membiayai kegiatan perdagangan yang berhubungan dengan negara lain
Dalam hal ini devisa berguna sebagai modal dan pembiayaan terhadap seluruh kegiatan perdagangan yang harus berhubungan dengan luar negeri.

-          Membiayai kegiatan kenegaraan di luar negeri
Biaya kegiatan kenegaraan resmi yang diadakan di luar negeri semuanya ditanggung oleh negara. Kegiatan kenegaraan yang dibiayai oleh negara menggunakan devisa seperti kunjungan kerja pejabat negara, kegiatan kompetisi, dan seminar internasional yang diadakan di luar negeri.

-          Pembiayaan terhadap perwakilan dari negara di luar negeri
Negara menjamin kehidupan dan biaya hidup para perwakilan negara yang ditempatkan di luar negeri. Selain itu, negara juga membiayai kegiatan yang dilakukan perwakilan negara selama bertugas.

-          Alat ukur perkembangan ekonomi
Semakin banyak dan tinggi cadangan devisa yang dimiliki maka semakin meningkat dan bertambah baik pula pertumbuhan ekonominya.

-          Sebagai penggerak roda ekonomi
Devisa merupakan salah satu faktor penting yang dapat menggerakkan roda ekonomi suatu negara, terutama ekonomi internasional suatu negara. Dengan manfaat devisa, maka segala proses ekspor impor, penyediaan jasa, serta berbagai macam kegiatan ekonomi yang berhubungan dengan dunia internasional dan negara-negara sahabat akan menjadi lebih lancar, dan dapat memberikan manfaat penting di bidang ekonomi.


Source :
http://www.damaruta.com/2014/10/halaman-97-pentingnya-perdagangan.html
https://www.beyondindonesia.com/manfaat-devisa-bagi-negara/

Sabtu, 14 April 2018

Pengangguran dan Perdagangan Internasional

A. Pengertian Pengangguran

Pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian, karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.


B. Ciri-ciri Pengangguran

Berdasarkan ciri-cirinya, pengangguran dikelompokan sebagai berikut:
1. Pengangguran Terbuka
Pengangguran terbuka adalah pengangguran yang terjadi akibat lowongan pekerjaan memiliki jumlah yang rendah dan bertambahnya tenaga kerja.
2. Pengangguran Tersembunyi
Pengangguran tersembunyi adalah pengangguran yang terjadi akibat kelebihan tenaga kerja yang digunakan. Contohnya keluarga petani yang memiliki anggota banyak namun hanya mengolah tanah dengan luas tanah yang kecil.
3. Pengangguran Musiman
Pengangguran Musiman adalah pengangguran yang terjadi karena faktor iklim yang biasa terjadi pada sektor pertanian dan perikanan.
4. Pengangguran Menganggur
Pengangguran menganggur adalah pengangguran yang hanya bekerja 1-2 hari dalam seminggu atau 1-4 jam sehari.

C. Perdagangan Internasional

Perdagangan internasional adalah perdagangan yang dilakukan oleh penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan bersama. Penduduk yang dimaksud dapat berupa antarperorangan (individu dengan individu), antara individu dengan pemerintah suatu negara atau pemerintah suatu negara dengan pemerintah negara lain.

Beberapa hal yang dapat menghambat perdagangan internasional, antara lain :

1. Keamanan Suatu Negara
2. Kebijakan Ekonomi Internasional yang Dilakukan Oleh Pemerintah
3. Ketidakstabilan Kurs Mata Uang Asing
4. Adanya Penerapan Tarif dan Pembatasan Impor
5. Terjadi Perang
6. Peraturan Anti-Dumping


Source :
https://id.wikipedia.org/wiki/Pengangguran
https://id.wikipedia.org/wiki/Perdagangan_internasional
https://dosenekonomi.com/ilmu-ekonomi/faktor-penghambat-perdagangan-internasional
http://www.pelajaran.co.id/2017/09/pengertian-jenis-jenis-penyebab-dampak-dan-cara-mengatasi-pengangguran.html



Sabtu, 07 April 2018

Pertumbuhan Ekonomi

A. Pengertian Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi dalam kehidupan masyarakat.

B. Pengertian Pendapatan Nasional
·    
Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode, biasanya selama satu tahun.


·       C. Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan nasional

1. Kualitas Sumber Daya Manusia

Sudah kita ketahui bahwa untuk menghitung besarnya pendapatan nasional, yaitu dengan pendekatan pendapatan yang diterima oleh pemilik faktor produksi. Salah satu komponen di dalam pendekatan tersebut adalah upah (W) yang diterima oleh pemilik faktor produksi tenaga kerja. Tenaga kerja yang unggul dan juga memiliki kompetensi sesuai bidang pekerjaannya bisa menerima upah yang lebih besar dibandingkan dengan tenaga kerja yang memiliki kemampuan rendah, hingga bisa memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pendapatan nasional. Kualitas tenaga kerja yang tinggi itu bisa diperoleh melalui proses pendidikan formal maupun juga pelatihan. Semakin tinggi pendidikan seseorang maka semakin memungkin kan pula untuk memperoleh jabatan pekerjaan yang lebih tinggidan menghasilkan gaji yang besar atau semakin terlatih seseorang tenaga kerja maka akan semakin besar pula upah yang diterima.

2. Keadaan Sumber Daya Alam

Keadaan alam suatu negara akan mempengaruhi pendapatan nasional negara tersebut. Keadaan alam meliputi keadaan geografis, sumber daya alam yang tersedia dan iklim suatu negara. Semakin banyak sumber daya alam di suatu negara dan digunakan untuk berproduksi maka akan semakin menghasilkan keuntungan yang banyak. Begitu juga dengan kondisi geografis dan iklim yang stabil (jarang terjadi bencana) memberikan peluang yang lebih besar untuk bisa menarik investor agar menanamkan modalnya di negara tersebut. Dengan kata lain, kondisi alam yang kondusif akan membantu meningkatkan pendapatan nasional

3. Ketersediaan Modal

Modal memiliki andil yang sangat besar untuk meningkatkan pendapatan nasional. Suatu negara yang memiliki modal yang besar untuk mengolah sumber daya dan melakukan produksi maka bisa dipastikan pendapatan nasionalnya akan tinggi, sementara negara yang kekurangan modal sehingga tidak bisa melakukan kegiatan produksi maka pendapatan nasionalnya akan rendah.

4. Stabilisasi dan Kebijakan Yang Mantap

Kebijakan pemerintah harus lah jelas, adil dan tegas karena bila tidak maka akan menghambat jalannya roda perekonomian. Kebijakan yang baik harus di dukung juga oleh aparatur negara yang berkualitas agar pelaksanaan kebijakan bisa dilakukan oleh semua pihak dengan penuh rasa tanggung jawab.

5.  Kesejahteraan Masyarakat

Masyarakat yang sejahtera akan memiliki daya beli yang tinggi, tingkat menabung dan investasi yang tinggi pula hingga bisa menggulirkan roda perekonomian dan juga meningkatkan pendapatan nasional suatu negara.

Ukuran suatu negara makmur atau tidak, berbeda antara negara satu dengan yang lainnya. Ukuran kemakmuran antara negara yang maju berbeda dengan bangsa yang sedang berkembang. Ada yang mengukur berdasarkan tingkat konsumsi rata-rata perorang dan berdasarkan pendapatan perkapita, ada yang mengukur berdasarkan tingkat pemenuhan kebutuhan dasar seperti sandang, pangan, papan, kesehatan dan pendidikan. Namun demikian, secara umum kemakmuran suatu negara tidak dapat dilihat hanya dari satu faktor saja, melainkan dengan berbagai hal yang diolah secara terpadu. Selain itu ukuran kemakmuran suatu bangsa bersifat kontekstual terhadap kondisi suatu Negara.

Kemakmuran bisa juga tercipta dari sumber daya alam dan energi yang melimpah. Kemakmuran itu bisa tercipta dengan mengolah dan memanfaatkan sumber daya alam yang dimiliki. Memiliki kekayaan alam yang tak ternilai baik dari kesuburan tanah, pariwisata, barang tambang, kelautan, flora & fauna sudah seharusnya digunakan untuk meningkatkan kemakmuran penduduk karena kekayaan tersebut milik masyarakat di dalamnya.

Sehingga dapat di simpulkan bahwa kemakmuran suatu Negara dapat dilihat dari pertumbuhan ekonomi yang tinggi yang diterima Negara , akan tetapi pertumbuhan ekonomi yang tinggi belum menentukan kemakmuran suatu Negara tanpa melihat kondisi ekonomi masyarakat atau penduduk Negara tersebut. Karena suatu Negara dapat dikatakan makmur apabila dapat mengatasi masalah ekonomi Negara dan masyarakatnya yang berhubungan dengan pendapatan nasional, kemiskinan, serta penggangguran.

Pernyataan diatas jelas menjamin kesejahteraan rakyat. Karena pendapatan nasional merupakan pendapatan dari suatu negara selama setahun, sedangkan pendapatan per kapita merupakan pendapatan dari penduduk suatu negara. Pendapatan nasional dan pendapatan per kapita memiliki hubungan yang searah dengan tingkat kemakmuran dan kesejahteraan suatu negara. Artinya, semakin tinggi pendapatan nasional dan pendapatan per kapita suatu negara, maka tingkat kemakmuran dan kesejahteraan negara tersebut akan semakin tinggi pula. Begitu pula dengan sebaliknya. Tetapi pendapatan nasional yang tinggi tidak dapat menjamin pendapatan per kapita akan tinggi  juga. Untuk menaikkan pendapatan per kapita, sebuah negara harus menaikkan pendapatan nasional dan memperkecil laju pertumbuhan penduduk.

Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa tingkat kemakmuran dan kesejahteraan perekonomian indonesia dapat dilihat dari pendapatan nasional dan pendapatan per kapita.



Source :


Sabtu, 31 Maret 2018

Sistem Ekonomi

A. Pengertian

Sistem Ekonomi adalah cara yang dipakai suatu negara dalam menghadapi dan mengatasi permasalahan dalam bidang ekonomi yang biasa dilakukan oleh pemerintah maupun swasta guna meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakatnya.


B. Macam - macam Sistem Ekonomi

Terdapat 5 macam sistem ekonomi, yaitu :

1. Sistem Ekonomi Tradisional
Ialah suatu sistem ekonomi dalam organisasi kehidupan ekonomi berdasarkan kebiasaan, tradisi masyarakat secara turun - menurun seperti bertani, bertenun dan biasanya memakai alat yang sederhana.

2. Sistem Ekonomi Terpusat/Komando
Ialah sistem ekonomi di mana pemerintah yang memiliki kekuasaan dalam mengatur segala kegiatan ekonomi negara tersebut. Pada sistem ekonomi ini tidak ada kebebsan dalam membangun usaha karena hak milik perorangan atau swasta tidak diakui.

3. Sistem Ekonomi Liberal (Kapitalis)
Ialah sistem ekonomi dimana pemerintah tidak ikut campur dalam kegiatan ekonomi masyarakatnya, jadi seluruh masyarakat memiliki kebebasan dalam kegiatan ekonomi, dalam istilah ekonomi disebut Iaissez-faire. Contoh negara yang menganut sistem ini adalah : Amerika Serikat, Perancis, Indonesia (Pernah menganut sistem ini pada tahun 1950-an), Swiss, dll.

4. Sistem Ekonomi Campuran
Ialah sistem ekonomi dimana masyarakat diberikan kebebasan oleh pemerintah dalam melakukan kegiatan ekonomi, namun di sisi lain pemerintah ikut campur tangan dalam perokonomian dengan tujuan untuk menghindari adanya sekolompok masyarakat yang memiliki penguasaan secara penuh pada sumber daya ekonomi.

5. Sistem Ekonomi Pancasila
Ialah sistem ekonomi yang didasari dari jiwa ideologi pancasila yang di dalamnya terdapat demokrasi ekonomi yaitu kegiatan ekonomi berdasarkan usaha bersama dengan asas kekeluargaan dan kegotong royangan dari, oleh dan untuk rakyat.


Tidak semua negara menganut sistem ekonomi yang sama, karena adanya perbedaan ideologi, kondisi masyarakat, kondisi perekonomian serta kondisi sumber daya manusianya. Perbedaan tersebut berdampak pada sistem perekonomian, yaitu adanya negara maju dan negara berkembang. Hubungan yang dijalin antar negara satu dengan negara lain juga berdampak pada sistem perekonomian sehingga terbentuk negara maju dan negara berkembang, misal Negara A menjalin hubungan dengan Negara B karena mereka merasa memiliki timbal balik yang menguntungkan satu sama lain dan memiliki kesamaan kondisi SDMnya sehingga negara tersebut bekerjasama membuat senjata perekonomian yang membuat negara A dan B dikatakan negara maju. Berbeda halnya dengan negara yang dikatakan tidak memiliki kekuatan yang cukup akan SDMnya, sehingga hubungan dengan negara tersebut tidak memiliki timbal balik yang baik karena perbedaan kualitas SDMnya sehingga dikatakan negara tersebut negara berkembang. Namun tidak hanya sistem ekonomi saja yang dapat dijadikan faktor perbedaan negara tersebut maju/berkembang, masih banyak faktor lain – lain yang dapat dijadikan alasan perbedaan negara tersebut, serta tidak hanya adanya negara maju/berkembang yang dapat berdampak pada sistem perekonomian, masih banyak lagi dampak – dampak yang terjadi.


Source :